Tawa dan Ilmu di Taman Lalu Lintas: Satlantas Polres Lampung Utara Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

Opini, Artikel, Sastra

FEATURE

*) Riki Purnama

Suasana riuh rendah suara anak-anak yang diselingi tawa ceria mewarnai halaman Taman Lalu Lintas Polres Lampung Utara, Kotabumi, pada Jumat pagi, 24 April 2026. Tidak ada rasa takut atau canggung yang tampak di wajah mereka. Sebaliknya, sorot mata mereka penuh semangat dan rasa ingin tahu saat mengikuti serangkaian kegiatan edukasi yang diselenggarakan khusus untuk mereka.

Lebih dari 120 siswa-siswi TK Nurul Iman yang berasal dari Kelurahan Kelapa Tujuh berkumpul di lokasi tersebut. Mereka hadir bukan untuk sekadar bermain, melainkan untuk belajar mengenal aturan dan pentingnya keselamatan berlalu lintas melalui program unggulan yang diberi nama Polisi Sahabat Anak atau yang akrab disapa POLSANA.

Di tengah keramaian dan keceriaan itu, hadir langsung jajaran pimpinan dan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Utara. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Satuan Lalu Lintas, AKP Fony Salimubun, S.H., M.H., didampingi Kepala Seksi Keselamatan Lalu Lintas Aiptu Zunnun Almisri, serta sejumlah anggota yang dengan sabar dan ramah mendampingi setiap gerak dan tanya jawab anak-anak.

Caption: Polisi Sahabat Anak Satlantas Polres Lampura. Foto: dok.

Bagi institusi kepolisian, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam sekadar penyampaian materi peraturan jalan raya. Seperti disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si, program POLSANA merupakan wujud nyata pendekatan humanis yang dilakukan Polri. Di sini, polisi tidak lagi diposisikan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai teman, pendamping, dan guru yang menyenangkan bagi generasi penerus bangsa.

“Melalui kegiatan seperti ini, ada dua tujuan utama yang ingin kami capai. Pertama, kami ingin menanamkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia paling dini. Kedua, kami berusaha menghapus pandangan atau rasa takut yang mungkin masih ada di benak anak-anak terhadap sosok polisi. Kami ingin mereka melihat kami sebagai sahabat yang selalu siap melindungi dan mengajari hal-hal baik,” ujar AKBP Deddy Kurniawan.

Baca Juga :  Dampak Implementasi Multimedia dalam Pembelajaran

Ia menambahkan, nilai-nilai yang ditanamkan hari ini diharapkan akan tumbuh dan melekat kuat hingga mereka dewasa nanti. Kesadaran akan keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, melainkan menjadi kebiasaan dan budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, apa yang dipelajari hari ini menjadi bekal berharga. Ketika mereka tumbuh dewasa dan mulai menggunakan jalan raya, mereka sudah memiliki dasar pemahaman yang kuat tentang bagaimana bersikap aman dan tertib di jalan,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kedisiplinan pada diri anak-anak, serta mempererat ikatan emosional antara masyarakat, khususnya generasi muda, dengan lembaga kepolisian. Kedekatan yang terjalin diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan saling percaya di masa mendatang.

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini dirancang khusus agar sesuai dengan dunia anak-anak, yaitu metode belajar sambil bermain. Para petugas menyampaikan materi dengan cara yang ringan, menarik, dan mudah dipahami, sehingga peserta tidak merasa bosan atau terbebani.

Mulai dari pengenalan berbagai jenis rambu lalu lintas, arti dari warna lampu pengatur jalan, hingga tata cara menyeberang jalan yang aman, semuanya disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disertai dengan gerakan atau permainan. Tak hanya itu, anak-anak juga diajak untuk mempraktikkan secara langsung apa yang telah mereka pelajari di area Taman Lalu Lintas yang telah disediakan. Di tempat ini, mereka bisa berperan seolah-olah menjadi pengguna jalan, pengatur lalu lintas, maupun pejalan kaki.

Antusiasme para siswa-siswi tampak sangat tinggi. Mereka berebut untuk bertanya, menjawab pertanyaan dari petugas, dan ikut serta dalam setiap sesi praktik. Wajah-wajah ceria mereka menjadi bukti bahwa kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dan meninggalkan kesan mendalam.

Baca Juga :  Bahasa Santun Cermin Budaya Bangsa

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Satlantas Polres Lampung Utara berharap benih kesadaran akan keselamatan berlalu lintas yang telah ditanamkan hari ini dapat terus tumbuh dan berkembang. Kesadaran ini nantinya tidak hanya akan berguna bagi diri mereka sendiri, tetapi juga dapat disebarkan kepada keluarga, teman-teman, dan lingkungan sekitar, sehingga tercipta budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan selamat di tengah masyarakat. (*)

Loading