LAMPUNG UTARA (RNSI) – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung akan menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 di Kabupaten Lampung Utara sebagai tuan rumah.
Rangkaian kegiatan ini meliputi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) serta sholawat akbar yang terbuka untuk umum.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Selain itu, acara juga akan menghadirkan tokoh inspiratif, Gus Ikhsan Asy’ari, sebagai pembicara utama.
Acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pondok Pesantren Daarul Khair, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Panitia mengundang seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga simpatisan PMII untuk turut hadir dan memeriahkan kegiatan tersebut.
Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan, menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-66 ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata.
“Harlah ke-66 ini kami jadikan sebagai ruang dialog dan konsolidasi melalui Rakorda, yang akan membahas peran strategis mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya melalui penguatan internal organisasi,” ujarnya. Sabtu, (25/4/26).
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sholawat akbar menjadi bagian penting dalam rangkaian acara.
“Sholawat akbar ini merupakan wujud kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa kehadiran Gus Ikhsan Asy’ari diharapkan mampu memberikan pencerahan serta wawasan kebangsaan dan keislaman, khususnya bagi generasi muda di Lampung.
Peringatan Harlah ke-66 PMII ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang refleksi, penguatan kaderisasi, serta pengembangan pemikiran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Panitia berharap, melalui kegiatan ini, PMII dapat terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan nasional, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Seluruh masyarakat diundang untuk hadir dan menjadi bagian dari peringatan yang penuh makna ini, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama. (**/Red)
![]()
