Tamanuri: Empat Pilar Kebangsaan Basis Moral dan Etika Seluruh WNI

Pojok Restorasi

LAMPUNG TIMUR (RNSI) – Warga Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, menghadiri Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar oleh Anggota Komisi V DPR-RI, Drs. Hi. Tamanuri, M.M.

Kegiatan itu dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, di aula desa setempat.

Caption: Anggota Komisi V DPR-RI Drs. Hi. Tamanuri, M.M., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Karya Makmur. Foto: dok.

Dikatakan Tamanuri, empat pilar kebangsaan merupakan pondasi yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Empat pilar ini harus menjadi basis moral dan etika kehidupan seluruh lapisan masyarakat,” urai Hi. Tamanuri.

Caption: warga Desa Karya Makmur hadir dalam gelaran Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Foto: dok.

Politisi andal Partai NasDem itu menekankan pentingnya empat pilar kebangsaan tidak hanya dihafal dan dipahami, tetapi juga menjadi dasar perilaku kehidupan sehari-sehari.

Dirinya juga menyoroti teknologi informasi yang saat ini berkembang begitu pesat.

“Namun seringkali penyebaran informasi yang begitu cepat justru menghadirkan kabar yang tidak akurat serta berpotensi memecah belah masyarakat dan bangsa,” ucapnya.

Caption: Wk. Ketua Komisi V DPRD Prov Lampung, Ir. Mardiana, S.T., M.T., turut menyampaikan arahan. Foto: dok.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga Desa Karya Makmur untuk memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan dapat membentengi diri dari informasi yang tidak akurat dari berbagai platform media sosial.

Caption: Kades Karya Makmur menyampaikan sambutan. Foto: dok.

“Ketika kita mendapati informasi yang mengaduk emosi, mengacak logika, dan cenderung sensasional, diharapkan agar kita semua tidak langsung percaya, tetapi disaring dan diverifikasi kebenarannya,” imbuhnya.

Tamanuri juga menambahkan, diperlukan upaya menjadikan empat pilar kebangsaan ini sebagai basis tingkah laku dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Caption: doa bersama. Foto: dok.

“Pancasila tidak hanya dimengerti, dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbaunya. (*)

Loading