LAMPUNG (RNSI) – Anggota Komisi V DPR-RI, Drs. Hi. Tamanuri, M.M., melangsungkan safari reses di daerah pemilihan Lampung II.
Agenda kerja rutin ini berlangsung sejak Senin, 15 Desember 2025 dan berakhir pada Selasa, 23 Desember 2025.
Sebagaimana diketahui, reses merupakan kegiatan di luar masa persidangan anggota legislatif untuk menyerap aspirasi konstituennya sekaligus menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah yang ditindaklanjuti sebagai bentuk program pembangunan daerah.

Pada kesempatan reses di hari pertama, Senin, 15 Desember 2025, Drs. Hi. Tamanuri, M.M., melakukan kunjungan untuk berkoordinasi serta melakukan evaluasi kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Lampung.
Tamanuri menjelaskan program aspirasi PISEW merupakan sebuah program strategis pemerintah pusat di bawah Kementerian PUPR yang membangun infrastruktur dasar pedesaan.
Untuk tahun 2025 ini, lanjutnya, pelaksanaan program aspirasi PISEW direalisasikan dalam bentuk pembangunan jalan rabat beton penghubung antardesa.
“Dengan adanya pelaksanaan pembangunan jalan penghubung antardesa ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan perekonomian lokal serta memperlancar aktifitas masyarakat desa sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga mengurangi kesenjangan antarwilayah,” tutur Hi. Tamanuri.
Dirinya juga berharap agar dalam pelaksanaan pekerjaan program PISEW ini wajib mengikuti aturan dari petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan untuk mendapatkan hasil akhir yang optimal.

Selanjutnya, safari reses Hi. Tamanuri berlanjut pada Selasa, 16 Desember 2025, dengan menyambangi konstituennya warga Kampung Negeri Agung, Kecamatan Sebagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah.
Disampaikan Tamanuri, reses yang digelarnya itu untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat terkait pembangunan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur daerah.
“Hasil dari serap aspirasi ini akan disusun menjadi pokok-pokok pikiran legislatif yang kemudian akan diserahkan pada pihak eksekutif agar menjadi masukan dalam penyusunan rencana kerja pemerintah,” terangnya.

Mewakili warga kampung setempat, Kepala Kampung (Kakam) Negeri Agung, Taufik Hidayat, menyampaikan, kebutuhan mendasar masyarakat di wilayahnya itu agar pemerintah dapat melaksanakan pembangunan peningkatan ataupun perbaikan infrastruktur jalan.
“Kami saat ini sangat mengharapkan adanya perbaikan jalan desa dan jembatan yang saat ini dalam kondisi rusak,” harap Taufik.
Menurutnya, jalan dan jembatan di Kampung Negara Agung itu merupakan akses utama yang dilalui masyarakat serta menghubungkan aktifitas warga antarkampung lainnya.
“Akses jalan dan jembatan yang baik tentu akan berdampak signifikan dengan pertumbuhan perekonomian daerah dan memperlancar aktifitas sosial masyarakat,” harap Taufik.

Kesempatan berikutnya, safari reses Hi. Tamanuri dilanjutkan pada Rabu, 17 Des 2025, di Tiyuh Margomulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).
Ia menyampaikan Tiyuh Margomulyo telah dikenal luas dengan produk inovasi teknologi tepat guna (TTG) yang merancang mesin pencacah serba guna.
“Dengan kemampuan inovasi TTG yang menciptakan mesin serba guna ini akan mendukung pertanian di kawasan Tiyuh Margomulyo mencapai produktifitas yang tinggi,” kata Tamanuri.
Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam reses ini dirinya akan mendukung sumber daya manusia yang kreatif dan berpotensi dalam pengembangan teknologi lokal, khususnya yang ada di wilayah Tiyuh Margomulyo.
“Program aspirasi akan terfokus pada pemberdayaan masyarakat dan program-program kesejahteraan yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung,” tutup Tamanuri.

Selanjutnya, pada Kamis, 18 Desember 2025, bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung, dirinya melakukan koordinasi dan meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Inpres Jalan Daerah (IJD) di Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara dan pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah.
Dikatakan Tamanuri Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dibentuk sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang andal dan akuntabel.

“Itu sebabnya, melalui Komisi V DPR-RI, pelaksanaan perbaikan infrastruktur jalan yang dilalui warga dari sembilan desa yang ada di Kecamatan Abung Pekurun ini perlu mendapat pengawasan serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Tamanuri di hadapan warga setempat.
Demikian pula halnya dengan pelaksanaan pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Selagai Lingga, perlu mendapatkan support dari seluruh tatanan agar pelaksanaannya dapat diselesaikan tepat waktu dan hasilnya menjadi tepat guna.

Keesokan harinya, Jumat, 19 Desember 2025, Drs. Hi. Tamanuri, M.M., melanjutkan safari reses dengan menyambangi warga Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Di sini, Tamanuri menyatakan pentingnya aparatur pemerintahan desa untuk fokus dengan program ketahanan pangan.
“Ketersediaan pangan yang dimulai dari produksi hasil pertanian maupun perkebunan dengan memenuhi cadangan pangan akan menentukan stabilitas konsistensi ketahanan pangan jangka panjang,” ucap Tamanuri.
Desa Karya Makmur, tambahnya, didukung dengan tanah yang subur dan luasnya lahan pertanian.
“Dengan potensi sumberdaya alam ini, Desa Karya Makmur tentu dapat meraih prinsip keseimbangan ketahanan pangan,” paparnya.

Selanjutnya, safari reses Hi. Tamanuri berlanjut pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Desa Nyapah Banyu, Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara.
Di hadapan konstituennya, Hi. Tamanuri menyampaikan akan menyerap sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya yang ada di Desa Nyapah Banyu.

“Agenda kerja reses ini merupakan jembatan antara rakyat dan pemerintah untuk memastikan kebijakan yang pro-rakyat,” terangnya.
Selain itu, tambahnya, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi program pemerintah di lapangan, membangun kepercayaan publik, serta mengumpulkan data untuk penyusunan program pembangunan daerah.

Lalu, pada Minggu, 21 Desember 2025, Hi. Tamanuri beserta jajaran melanjutkan kunjungan kerja resesnya di Pondok Pesantren Al-Falah Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat.
Diterangkan Tamanuri, pada prinsipnya Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berbasis masyarakat.

“Seperti halnya dengan fungsi pondok pesantren yang berkembang di Indonesia, Ponpes Al-Falah Panaragan Jaya ini juga merupakan lembaga pendidikan untuk membentuk karakter Islami bagi santri,” ungkapnya.
Usai melaksanakan reses di Ponpes Al-Falah Panaragan Jaya, Tamanuri beserta jajaran melanjutkan safari reses pada Senin, 22 Desember 2025, dengan mengunjungi warga Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara.

Ia mengatakan bahwa Desa Pekurun menjadi salah satu desa binaan yang selama ini senantiasa mendapatkan guliran program aspirasi.
“Program aspirasi yang selama ini diusulkan konstituen legislator, ditindaklanjuti pemerintah dalam wujud pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat,” terang Tamanuri.
Untuk itu, dirinya berpesan agar warga Desa Pekurun terus menjaga dan merawat hasil pembangunan melalui program aspirasi karena berasaskan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Di hari terakhir lawatannya, Tamanuri menutup safari reses di Bumi Lampung dengan menyambangi konstituennya warga Kampung Sidoharjo, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa, 23 Desember 2025.
Tak jauh berbeda, Hi. Tamanuri juga menyampaikan agar warga kampung setempat untuk terus memantapkan semangat gotongroyong dan terampil.
“Kita harus punya semangat dan tekad yang kuat untuk mewujudkan setiap konsep kehidupan kita,” tegas Tamanuri.

Dengan sikap yang trengginas akan mampu mempercepat capaian target yang direncanakan dan siap menghadapi tantangan.
Dari seluruh rangkaian safari reses yang dilaksanakan selama sembilan (9) hari itu, Drs. Tamanuri, M.M., menitikberatkan serapan aspirasi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. (*)
![]()
