Bupati Lampura Hadiri Angkat Sumpah PS Sekinci Kinci di Negeri Sakti

Lampung Utara

LAMPUNG UTARA (RNSI) – Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., menghadiri dan memberikan dukungan langsung dalam acara pengambilan sumpah anggota Perguruan Pencak Silat Adat Asli Lampung Sekinci Kinci.

Kegiatan itu berlangsung khidmat di kediaman Bahri/Mujur, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Sungkai Barat, pada Minggu, 24 Mei 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Lampung Utara ini disambut hangat oleh para pengurus, pendekar, dan seluruh anggota perguruan, serta tokoh masyarakat setempat.

Turut mendampingi dalam kegiatan sakral dan penuh makna budaya ini adalah Guru Besar sekaligus Pendiri Perguruan Pencak Silat Sekinci Kinci, yang memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah dan penanaman nilai-nilai luhur warisan leluhur Lampung.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan rangkaian doa bersama, pembacaan janji setia, serta penyerahan lambang keanggotaan bagi para anggota baru dan pengurus yang resmi dilantik.

Caption: sejumlah pengurus PS Sekinci Kinci foto bersama. Foto: dok.

Suasana berlangsung penuh kekhidmatan, diiringi irama musik tradisional dan penampilan seni bela diri yang menampilkan gerakan khas Sekinci Kinci, yang dikenal memiliki filosofi kekuatan, kelincahan, serta persaudaraan yang kokoh.

Dalam sambutannya, Bupati Hamartoni Ahadis menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran Sekinci Kinci dalam melestarikan budaya dan seni bela diri asli daerah.

Menurutnya, perguruan ini bukan sekadar tempat berlatih fisik, melainkan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai moral dan etika bagi generasi muda.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sangat mendukung setiap upaya pelestarian warisan budaya, termasuk pencak silat adat kita.

Sekinci Kinci telah membuktikan diri sebagai benteng yang menjaga identitas kita, sekaligus membentuk pemuda yang tangguh, sopan, dan menjunjung tinggi persatuan.

Semoga kegiatan ini makin mempererat ikatan persaudaraan dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Lampung Utara,” ujar Bupati di hadapan ratusan warga yang hadir.

Baca Juga :  Teguran Aparat Tak Mempan, Jalan Kalicinta Hancur Dihantam Truk Tebu

Sementara itu, Guru Besar Sekinci Kinci dalam arahannya menegaskan bahwa sumpah yang diucapkan bukan sekadar janji, melainkan tanggung jawab memegang teguh aturan, menghormati guru, menjaga nama baik perguruan, serta menggunakan ilmu bela diri semata-mata untuk perlindungan diri, keluarga, dan masyarakat, bukan untuk kejahatan atau kesombongan.

“Ilmu ini adalah amanah. Kami mengajarkan kekuatan, namun yang paling utama adalah hati yang bersih dan sikap yang rendah hati.

Di sini kami membentuk manusia yang tidak hanya kuat badannya, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,” tegasnya.

Senada, Bahri/Mujur, selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati dan seluruh keluarga besar Sekinci Kinci.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal makin berkembangnya budaya lokal di wilayah Sungkai Barat, serta memperkuat semangat kebersamaan antarwarga.

Desa Negeri Sakti yang menjadi lokasi kegiatan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan tradisi dan budaya masyarakat adat Lampung.

Kehadiran tokoh daerah dan tokoh seni bela diri dalam satu momen ini dinilai menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman.

Acara ditutup dengan penampilan silat bersama, sesi foto bersama, dan jamuan makan tradisional khas Lampung, sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara seluruh peserta yang hadir. (Andi Kurniawan)

Loading