LAMPUNG UTARA (RNSI) – Kata kunci untuk memajukan wilayah pedesaan ialah sikap kekompakan dan kerukunan hidup bermasyarakat yang terjaga serta terpelihara dengan baik.

Asas guyub rukun dan sikap empati senasib sepenanggungan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Ir. Mardiana, S.T., M.T., saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), Sabtu, 19 Juli 2025, bertempat di aula Desa Nyapahbanyu, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara.
“Tanpa adanya kekompakan dan sikap saling menghargai dalam tatalaksana kehidupan masyarakat, tentu akan mengganggu roda pembangunan segala bidang,” tutur Mardiana, di hadapan konstituennya.

Lebih lanjut disampaikan legislator perempuan yang dilabeli dengan sebutan ‘Ibu Bedah Rumah’ ini, kedua sikap dimaksud merupakan bentuk pengamalan Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Pancasila sebagai pondasi kehidupan bangsa kita ini mengandung lima prinsip dasar nilai-nilai normatif agar kehidupan kita dapat berlangsung dengan damai menuju kesejahteraan bersama,” ucapnya.

Melalui narasumber kegiatan, Denta Putra Utama, S.A.P., dijelaskan, bahwa ideologi Pancasila harus terus dijaga oleh semua elemen masyarakat.
“Dengan kelima silanya itu, Pancasila menjadi pedoman masyarakat dalam melakukan aktifitas sosial kemasyarakatan,” jelas Denta.

Ditambahkan, dari seluruh nilai-nilai yang termaktub dalam lima sila Pancasila menjadi filosofi hidup yang substantif.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Nyapahbanyu, Robet, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kinerja Mardiana bersama Tamanuri yang terus menggulirkan beragam program aspirasi.

“Masyarakat Desa Nyapahbanyu secara menyeluruh juga telah merasakan manfaat dari beragam program aspirasi,” ungkapnya.
Dikatakan lebih lanjut, program aspirasi yang telah direalisasikan di Desa Nyapahbanyu berupa 40 unit program BSPS (bedah rumah) dan 27 unit program SPALD-S (sanitasi masyarakat).

“Yang akan datang, Desa Nyapahbanyu akan kembali disentuh dengan program aspirasi PISEW dan IJD. Semua program itu tidak serta-merta dapat diraih tanpa adanya sinergisitas antara jajaran birokrasi pemerintahan dengan aspirasi keterwakilan rakyat,” tambah Robet.
Dirinya juga menyampaikan harapan agar pemerintah, melalui Mardiana dan Tamanuri, dapat memberi penambahan kuota program BSPS juga SPALD-S.

Sebab, tutupnya, masyarakat Desa Nyapahbanyu masih banyak yang mendiami rumah tidak layak huni dan belum memiliki jamban rumah tangga yang layak.
Terpantau, turut hadir sejumlah kepala desa se-Kecamatan Abung Pekurun, Babinsa tampak mengawasi kondusifitas kegiatan hingga berakhir, serta dihadiri tak kurang dari 125 warga setempat.
Ir. Mardiana, S.T., M.T., juga memberikan buku sosialisasi, bingkisan, dan dana apresiasi untuk seluruh audiens. (Ardi)
![]()
