CORONA YANG MENCEMASKAN

Karya : Ardiansyah   I Lebih dari tujuh purnama corona mengintai sampai ke dalam lembah meski lembab dan gemuruh curup berderap : ia tetap menyergap. Serombongan kelelawar bersamadi dalam goa, tanpa kerlip matahari : apatah lagi lampu disco dan jeritan disc jockey yang tiba-tiba tersedak paru-parunya Corona virus disease 19 menusuk tak kenal ampun : […]

Loading

Continue Reading

TUHAN, AKU INGIN PULANG

Karya : Ardiansyah Tuhan, jiika hari ini mata dan kedua tanganku tak lagi bisa melihat dan menebarkan benih virus kebaikan, usaikanlah dengan rahmat-Mu dengan cara unik-Mu yang terbaik. Separuh waktu di awal November ini, matahari hanya tersembul sesekali kehangatannya sirna gigil embun kalungi riap rimbun daun keladi. Tuhan, aku ingin pulang aku ingin secarik kafan […]

Loading

Continue Reading

PINTU KAROMAH

Sudah 43 jalan beraspal dilalui, 43 jalan tanah menapak, 43 alas roban membuat sesat, tepat di pintu 20 Rabi’ul Awwal 1442 H aku melihat jejak Ahlul Bait di bumi yang setia melimpahkan butiran beras untuk ditanak istriku menjadi nasi dan disantap dengan cinta dan harapan seluruh belahan jiwaku. Duhai, Yang Maha Lembut dan penuh kasih […]

Loading

Continue Reading

OBITUARI UNTUK EMAK

Karya : Ardiansyah Emak, engkaulah pelita hidup kami Dalam darah yang mengalir di tubuh kami disetiap udara yang kami hirup dan denyut nadi yang berdetak di jantung kami adalah jiwamu adalah kekuatan dan ketabahan perjuangan hidupmu. Emak, meski seluruh air yang ada di permukaan dan di perut bumi ini kami curahkan untukmu meski cahaya bintang, […]

Loading

Continue Reading